Rumah Modular Ini Diklaim Tahan Gempa

Teknologi modular bisa menjadi tren teknologi konstruksi dunia. Selain mudah dibentuk sesuai kebutuhan, teknologi ini bisa mengurangi waktu konstruksi tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.

Metode ini juga memungkinkan pra-fabrikasi, pra-perakitan, dan fabrikasi yang dapat dikerjakan di dalam atau luar lokasi proyek. Secara sederhana, bangunan ini terdiri dari komponen buatan atau rakitan pabrik (off site), yang menjadi panel modular.

Rumah Modular




"Modular ini baru diluncurkan Maret 2018 oleh Wika Gedung, jadi kita ini mengembangkan konstruksi off site system berupa modular. Bentuknya bisa partisi sehingga memungkinkan kita bentuk di lokasi atau bentuk utuh," Kata Marketing Modular, Shafwan Nivardi.

Sementara untuk ukurannya terdiri dari 3x6 meter x 3,6 meter x 3,6 meter dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk tahap pertama, modular ini bisa digunakan hingga bangunan setinggi empat lantai.

"Hingga saat ini empat tingkat yang paling tinggi. Tapi nanti bisa disesuaikan dengan kebutuhan tipe rumahnya. Saat ini yang ready di pabrik ukurannya 28 meter persegi," jelasnya.

Selain menjadi bangunan permanen, modular ini juga diklaim tahan gempa karena menggunakan konstruksi baja ringan, mudah dan cepat pengerjaannya. Modular ini juga sudah lulus uji laboratorium dari Wika dan Kementerian PUPR.

"Pondasi rumahnya seperti rumah panggung tapi tidak terlalu tinggi. Jadi ada jarah antara banguman dan tanah sekitar 5-7 cm. Hal ini yang membuat bangunan tahan gempa," ungkap Shafwan.

Untuk sementara, Wika Gedung menjualnya langsung ke developer.Sudah ada tiga proyek yang menggunakan modular, villa di Pulau Merah Banyuwangi, revitalisasi di Gunung Rinjani dan rumah Lombok pasca gempa.

0 Response to "Rumah Modular Ini Diklaim Tahan Gempa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel